Ads 468x60px

Showing posts with label Indonesia Banget. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Banget. Show all posts

Tuesday, January 14, 2014

Liputan13 : Edisi Wisata Refreshing Gombong City

Salam Uhlala, para readers  di mana pun kalian berada !
Udah bentaran agak lama gak nulis sebuah postingan yang berbobot di blog ini.
Nah, kali ini kalian bisa baca sesuatu yang menarik lagi di Blogspiration! : Edisi Liputan 13 Uhlala... Ngoehehehe....! :D :D :D

Yang bakal diliput di edisi pertama liputan Uhlala ini adalah sebuah objek wisata refreshing di kota Gombong. Kota Gombong adalah kota yang penuh keajaiban, mungkin banyak yang kurang tahu menahu soal kota ini (sebenernya kecamatan, sih) maka dari itu saya akan menunjukannya :

Gombong ini memang kecamatan yang tidak besar-besar amat lah, bahkan beberapa orang sering salah kaprah kalau Gombong itu desa. Ha? Yang jelas warga kota Gombong bisa dibilang sudah menjadi masyarakat modern, jadi jangan bayangkan saking primitifnya kami membuat laptop dari tumpukan sampah dan ngemil flashdisk setiap harinya. Tidak, itu tidak benar!


Gombong adalah tempat yang menyenangkan. Jika kita bergerak sedikit ke arah barat, hampir di luar Gombong (hampir lho!) dan menelusuri jalan ke selatan kita bisa lihat di peta ada tulisan 'Ayah'. Ayah ini bukanlah ayahmu, ayahku, ayahnya Si Somad tetangga sebelah, atau ayah kita semua. Bukan! Ayah adalah sebuah nama objek wisata yang sangat sering dikunjungi bila orang-orang berkunjung ke Gombong.

Pantai Ayah juga biasa disebut Pantai Logending, tapi tidak disebut Father Beach karena Ayah di sini bukanlah suami ibu kita. Objek wisata Pantai Ayah sangat digemari oleh wisatawan-wisatawan termasuk juga saya! 

Mengapa Pantai Ayah sangat digemari? 
Berikut adalah 2 alasan utamanya yang buat kamu harus mampir ke Pantai Ayah:

  1.  Sarana refreshing
    Coba deh lihat gambar ini.
    Bisa jadi kalian mengira bahwa gambar ini diambil dari Google kan? Kenyataannya gambar ini dijepret pakai kamera handphone. Kalo lihat gambar di atas apa yang kalian pikirkan? Yup, rasanya seger banget, berasa pengin langsung nyemplung di pantainya.

    Lihat sunset di sore hari juga bisa bikin hati dan jiwa tenang, apalagi bareng keluarga atau teman-teman. Recomended banget buat yang suntuk dan galau supaya bisa kembali ceria. Hahaha....

    Narsis pun tidak dilarang !

  2. Rumah Makan Bu Nanang

    Objek wisata ini tidak hanya menyuguhkan keindahan panoramanya saja. Di Pantai Ayah juga terdapat beberapa rumah makan, dan yang paling populer dan sering saya kunjungi adalah Rumah Makan Bu Nanang. Rumah makan ini tentunya menghidangkan masakan yang khas suasana pantai, seafood ! Berbagai masakan ikan, udang, kepiting, dan masih banyak lagi tersedia di rumah makan ini. Kualitasnya pun bisa dibilang oke punya #ChefJunadanArnoldjugabakalansuka . Cita rasa masakannya bisa bikin kamu seorang diri menghabiskan satu porsi hidangan keluarga beserta air kobokannya. Rumah makan ini terletak strategis di pinggir pantai, jadi suasana memang pas banget. Ngomong-ngomong, kenapa rumah makan ini pake nama Bu Nanang? Karena Pak Nanang sudah terlalu lelah menangkap ikan, makan Bu Nanang yang diminta untuk memasaknya sehingga rumah makan ini dinamakan Rumah Makan Bu Nanang.




Udang Saus Tiram, salah satu menu andalan. Harga masakan di RM Bu Nanang ini terjangkau, sebanding lan dengan cita rasanya yang UHLALA!

Pantai Ayah ini menjadi objek wisata yang banyak diminati. Biaya untuk menghabiskan waktu senggang di tempat ini juga terjangkau selain itu tersedia juga penyewaan perahu bagi yang hendak menjelajah lautan. Juga tempat yang pas buat hunting bagi yang suka foto-foto juga recomended banget! Pokoknya PECAAAAAAAHHH  deh! 

Nah sekarang tunggu apalagi? Yuk ke Gombong!

Thursday, October 24, 2013

Tentang INDONESIA


Aku melihat Indonesia - sebuah puisi karya Bung Karno

Djikalau aku melihat gunung gunung membiru
Aku melihat wadjah Indonesia
Djikalau aku mendengar lautan membanting di pantai bergelora
Aku mendengar suara Indonesia

Djikalau aku melihat awan putih berarak di angkasa
Aku melihat keindahan Indonesia
Djikalau aku mendengarkan burung perkutut dipepuhunan
Aku mendengarkan suara Indonesia

Djikalau aku melihat matanja rakjat Indonesia di pinggir djalan
Apalagi sinar
nja mata anak anak ketjil Indonesia
Aku sebenarnja melihat wadjah Indonesia



"Aku melihat Indonesia" sebuah puisi Bung Karno yang menggambarkan sebuah negeri yaitu Indonesia. Dalam puisi ini sangat digambarkan bahwa Bung Karno begitu mengenal Indonesia. Bagaimana alamnya, suasana dan keindahan Indonesia, juga rakyatnya.

Indonesia seakan-akan sangat dekat dan erat dengan diri kita sendiri, atau bisa juga dibilang bahwa Indonesia adalah bagian dari diri kita. Memang benar. Kita adalah rakyat dari negara ini. NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. Kita adalah bangsa Indonesia. Semangat suci ini sudah mengalir dalam darah dan diri kita.

Lalu sudah seberapa jauh dirimu mengenal Indonesia? Apakah kamu sudah menganggap Indonesia sebagai bagian dari dirimu. Jawabannya hanya bisa kau temukan sendiri. Dari dalam hatimu sebagai SEORANG INDONESIA.

Sunday, August 18, 2013

Pisjo and Siomay are much better than Chicken Gordon Blue

Hari ini adalah hari yang "menyenangkan tapi nyebelin" bagiku. 

Yap, semua orang suka hari minggu, menyenangkan. Tapi kalo udah kebelet pengen pulang dan makan enak terus disuruh ikut kebaktian Gereja 2 kali, itu nyebelin. Begini, bukan berarti aku males di gereja, bukan. Kotbahnya Pdt.Abiya aja keren abis, hasil modifikasi Alkitab dan suasana kemerdekaan, ceileh. Aku mengikuti dengan sepenuh hati, dan kebetulan aku juga jadi petugas musik minggu ini. Aku memainkan lagu dengan keyboard penuh rasa gembira. Namun setelah ibadah selesai, jemaat ditahan dulu sementara karena Pak Pendeta mengumumkan bahwa ada acara pemberkatan nikah........ dan aku ditunjuk untuk memainkan musik saat acara tersebut. Hyah. Ditunggu sekitar 15 menit pun mempelai tak kunjung datang. Akhirnya ada beberapa jemaat yang bosan dan memutuskan untuk pulang...... termasuk Papaku dan Aldi, adikku. Entah gimana caranya, tau-tau mereka udah ga ada. Akhirnya aku yang ngantuk dan masih dibebani kewajiban jadi bete, sementara mamaku yang juga masih di sana sih enjoy aja yah.

Pulang-pulang, ada niat dari hatiku yang sudah kompromi sama perutku untuk minta pergi ke sebuah warung yang pernah direkomendasikan oleh teman mamaku.  
"Ma, ke Bale yuk"
Mama cuma "Hmmmmmmm.........."
Ya udah kita akhirnya ke warung tsb yang bernama Bale. Tempatnya lumayan bobrok tapi isinya makanan asing semua kaya Katsu, teriyaki, bolognaise, dll. Letaknya di seberang Cafe Online, cafe yang terlantar. Akhirnya aku dan mamaku ke sana, dengan keinginanku pesen Chicken Gordon Blue. Sampai di sana, ternyata tutup. 
"Ka, ini  emang udah tutup dari awal lebaran kemaren, kayanya tutup selamanya, deh.. Ga usah ke sini lagi yaa... Aneh juga makanannya..." kata mamaku.
Emang sih, hanya aku yang rajin langganan di warung ini, jadilah aku pulang dengan lapar, bete, dan kecewa.

Di tengah jalan pulang, kami bertemu bakul ES PISANG IJO (PISJO). Wah, harapan baru nih. Aku pun minta beli pisjo sebagai gantinya. Gerobak pisjo yang bobrok terasa megah dan cantik di mataku saat itu. Aku pun beli sebungkus seharga Rp 3.000,- . Di samping pisjo, ada bakul lainnya yaitu SIOMAY. Akhirnya, siomay kugaet juga. Jadilah aku pulang dengan Pisjo dan Siomay di tangan seharga total Rp 5.000,- . Memang bagi orang Indonesia yang pantang menyerah selalu ada harapan.

Sampai di rumah, kedua makanan Indonesia ini langsung aku nikmati dengan gaya ChefMaster Arnold. Enak abis, dan murah meriah dibanding Gordon Blue yang satu porsi sekitar 15.000,-. Memang jajanan Indonesia tidak kalah dengan makanan-makanan asing, malah menurutku jauh lebih dahsyat dan juga sehat. Selera orang emang beda-beda. Kalo bagi orang lain mungkin Gordon Blue adalah makanan elegan kelas tinggi yang menawan. Tapi bagiku, pisjo dan siomay juga sangat cukup untuk menggantikan Chicken Gordon Blue, dan bisa menghemat uang jajanku. Hahahahaha....

Pisjonya dah cair tuh, jadi cuma warna frambozenya aja... maaf kamera kurang memadai

Saturday, August 17, 2013

Indonesia is 68 years old!

Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bagi kami para WNI. (bagi yang belom tau, WNI= WARGA NEGARA INDONESIA)
Karena aku juga termasuk sebagai WNI yang berbudi luhur, sudah layak dan sepantasnya aku turut bersukacita. Lho kenapa kita bergembira? 
Ini 17 Agustus, bung! Dimana 68 tahun lalu, Bapak Ir.Soekarno membacakan naskah proklamasi dengan gagah dan lantang. Uoooooh!!
Aku,temen-temen, guru, dan semua warga di SMP Pius Bakti Utama Gombong juga merayakan hari ulang tahun negara kita tercinta ini dengan mengadakan Upacara Bendera di sekolah. Dan di upacara ini sebagian besar anak kelas 7,8, dan 9 terpilih menjadi anggota koor untuk upacara resmi kecamatan di Swelogiri Field...

######## flashback

Bulan Juli lalu, sebelum libur Lebaran, diumumkan bahwa SMP Pius Bakti Utama Gombong mendapat undangan dari dinas kecamatan untuk memeriahkan upacara resmi sebagai anggota koor (tentu para siswa, bukan guru ya). Akhirnya sekitar 60 anak manusia dipilih dan dilatih oleh 3 diva dari sekolah kami (baca: guru yang pinter nyanyi) yaitu: Bu Valen, Mrs.Yoana, dan Miss Yayi. Akhirnya kami semua dilatih dengan baik dan benar sehingga menjadi anggota koor yang handal. Kebetulan adikku yang bulan lalu baru saja menjdai anak SMP juga dipilih, sementara aku yang sudah kelas 9 ini enjoy saja karena banyak juga temen yang ikut. Bagi adikku dia kelihatan biasa saja dari pertama. Tapi bagiku, ini merupakan suatu mukjizat Tuhan mengapa orang yang nada 2 oktaf aja pita suaranya langsung robek, bisa dipilih untuk ikut koor sehebat ini. Tapi whatever lah, anggap saja keberuntungan.

#########

Dan tanggal 17 ini, di pagi hari kami upacara sekolah dulu di SMP dan yang tugas koor adalah semua anggota koor untuk upacara resmi. Sekalian latihan juga gitu. Entah kenapa setelah upacara yang seharusnya kami langsung bebas pulang ke rumah, ditahan dulu sementara di Gedung Keterampilan. Ternyata Bu Valen berkomentar bahwa performance kami mendadak ANEH. Jeger. 
Padahal kita semua harus tampil pas penurunan bendera nanti sore, menurut info jam 03:00 PM. Akhirnya Mrs.Yoana melatih kami lagi dengan lembut, duile. Dan akhirnya aku yang dari awal berpikir bahwa jam 08:00 AM udah bisa pulang buat lanjutin bobo, kecewa berat karena pada realita-nya kami pulang jam 10:30 AM. Sampe di rumah, aku masih sempet nonton Upacara resmi Istana Negara di tipi. Iklan juga banyak yang tentang kemerdekaan. Wah ini hari merdeka sungguh, gumamku. Kemudian, entah Upacara Istana Negara udah selesai apa belom, aku langsung beralih ke Nintendo di laptop yang kumainin pake emulator. Akhirnya jam menunjukkan pukul 03:00 PM, aku dan adikku langsung capcus ke sekolah naek sepeda. 
Di sekolah, ternyata masih pada latian lagi, dan kita resmi telat. Tapi ga dimarahin Huahahahaha....
Anggota koor dan beberapa guru langsung aja deh menuju Swelogiri. Di sana ternyata baru ada atraksi Drum Band. Ada 5 sekolah kalo ga salah (tiba-tiba amnesia, coy) yang nampilin display Drum Band-nya, jadilah upacara mulai sekitar jam 05:00 PM kurang. Uniknya adalah, sifat Indonesia yang pantang menyerah sangat terlihat di sini. Ada banyak warga sekitar, yang bawa keluarganya buat nonton display ini, sampe ngerubung masuk ke lapangan upacara dengan ganas. Dari dinas sudah mengingatkan "UNTUK PARA PENONTON, DIMOHON UNTUK MUNDUR DAN KELUAR DARI LAPANGAN UPACARA, KARENA MENONTON DISPLAY DARI LUAR PUN MASIH MEMUNGKINKAN". Untuk saat pertama diperingatkan mereka semua mundur, namun sekitar 30 sec kemudian mereka maju lagi. Ada sekitar 4 kali peringatan sampai akhirnya tidak mempan. Sunggu lagu Maju Tak Gentar sangat pas dilantukan saat itu. 
Namun waktu upacara resmi kecamatan akan dimulai, para warga yang menonton akhirnya undur diri dan menepi ke pinggir lapangan.
Koor SMP Pius akan tampil sebentar lagi, saat aubade diiringi oleh pianis yang merupakan sahabat saya sendiri, si Bronk.

Ini nih pas di lapangannya...


Ada 4 microfon di situ, 3 besar dan 1 kecil. Kami para lelaki kebagian 1 yang besar dan kami anggap tak apa lah, karena anggota cowo memang tak terlalu banyak yah... Saat sebelum perform kami check dulu nih, bunyi atau enggak, dan ternyata enggak. Lalu datanglan Miss Yayi "Itu emang dimatiin kalo belom pas nyanyi". "OOOOH" kami jawab serentak. Tapi waktu tampil, ternyata tetep enggak nyala. LHO? Aku coba ngetuk-ngetuk tuh microfon. Ajaib! Enggak bunyi tuh,,,, Saat aubade selesai kami prote ke Pak Joko yang kebetulan lewat dan enggak tau apa-apa. Pak Joko langsung menghubungi Pak Ompong (yang nyetel sound-nya). Kami berharap supaya suara para cowo mulia ini bisa keluar di salon waktu Indonesia Raya. Tapi akhirnya setelah Pak Ompong utak-atik, tetep ga jadi juga, alhasil suara para cowo ga keluar di salon, walau kami udah nyanyi maksimal. Tapi enggak apa sih, asal camatnya denger... Hyah... Suara para cewe tetep keluar (iyalah, mereka pake 3 mic!)
Namun kerja kami sudah memuaskan kata Miss Yayi. Dan kerja keras kami berbuah sebungkus mie goreng lezat maksimal dan kebanggaan bisa mengisi kemerdekaan. Kami pun bubar sekitar pukul 05:30 lebih. Tak disangka sungguh upacara resmi yang singkat sekaleeee...


Dirgahayu Indonesia, semakin maju negaraku! Woooohooo!


 
Blogger Templates