Ads 468x60px

Labels

Showing posts with label Tasks. Show all posts
Showing posts with label Tasks. Show all posts

Thursday, March 20, 2014

TODAY NEWS

Bahasa Alay Bentuk Pemberontakan Anak Muda
Komnas Anak, Seto Mulyadi (batik) (Foto: Okezone)




















JAKARTA - Kalangan anak muda memang terbilang paling banyak yang mengaktualisasikan bahasa alay dalam pergaulan sehari-hari. Menurut Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi (Kak Seto), penyebab maraknya penggunaan bahasa alaymerupakan bentuk pemberontakan anak muda.

"Remaja itu perlu diperhatikan, kreatifitas remaja ini dipasung, harus lurus, nurut sama orang tua tetapi tidak dihargai kreatifitasnya jadi mereka melawan orang tua dengan membuat bahasa sendiri," katanya kepada Okezone, Rabu (19/3/2014).

Salah satu cara untuk mengikis bahasa alay, sambung Kak Seto, sapaan akrabnya adalah dengan mengkampanyekan berbagai kegiatan menulis, dan berpidato, yang tentunya dalam muatan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sekedar diketahui belakangan ini, kita sering disuguhkan dengan istilah-istilah baru dan aneh dalam berkomunikasi. Ironisnya, istilah yang memelesetkan kata dari Bahasa Indonesia ini seakan menjadi kebiasaan atau gaya hidup sekelompok anak muda yang biasa disebut alay.

Misal saja, sering kita mendengar kata lambat diubah menjadi lambreta, barangkali menjadi keles, banget menjadi bingit, memang menjadi emberan, remaja wanita gaul menjadi cabe-cabean, santai menjadi woles dan lain sebagainya. Semua itu kini menjadi istilah baru dalam percakapan anak muda. Celakannya, istilah ini juga sudah menjadi bahasa tulisan di jejaring sosial yang dianggap sudah lumrah.




Opini saya :

ALAY. Atau 4L4y (iya itu lebih lebay lagi….) semakin berkembang di negara kita ini. Apa sih sebenarnya yang dimaksud alay? Alay yang merupakan singkatan dari anak layangan, anak lebay merupakan sebutan yang diberikan kepada mereka, kaum makhluk yang berlebihan atau tidak seperti manusia pada umumnya.

Contoh :
Begini disebut alay, menghadapi sesuatu secara berlebihan

Pada era ini, alay sudah menjadi gaya hidup. Yang lebih dikenal lagi yaitu bahasa alay yang merupakan bahasa dari makhluk-makhluk tersebut. Perkembangan bahasa alay ini sangat tampak pada media sosial, di mana sekarang banyak tersedia berbagai jenis media sosial seperti facebook, twitter, instagram, linked-in, pinterest, dan lain-lain. Bahasa alay di Indonesia sendiri merupakan pelesetan dari bahasa Indonesia yang dimodifikasi menjadi lebih unik dan aneh. Pengucapan dan penulisannya juga dibuat berlebihan seperti :


Bisa baca? Kalo tidak berarti kamu masih normal.....

Perkembangan bahasa alay ini tentunya snagat menggangu dan menyebalkan. Tapi bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai gaya hidup yang modern dan kalau tidak menggunakan bahasa alay berarti ‘lo kurang gaul men!’ . Namun, tahukah kamu kalau bahasa alay di Indonesia perlahan-perlahan mengikis bahasa Indonesia yang baik dan benar? Dengan pengucapan dan penulisan yang diubah-ubah, kelak akan menjadi kebiasaan dan perlahan kita pun bisa jadi tidak paham dengan kaidah yang benar tentang bahasa Indonesia. Kelak kita jadi tidak bisa mengajari anak cucu kita, sehingga semua keturunan yang merupakan generasi penerus masa depan tidak mengenal bahasa bangsanya sendiri secara benar. Menyeramkan bukan?

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah invasi bahasa alay?

Pendidikan bahasa Indonesia menjadi kunci utamanya. Baik di sekolah maupun di rumah, kita bisa mulai membiasakan berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan pendidikan bahasa Indonesia bisa dibuat semenarik mungkin dan sekreatif mungkin sehingga membuat anak tertarik sejak dini untuk mempelajari dan menggunakannya. Saya setuju dengan pendapat Kak Seto Mulyadi yang mengkampanyekan kegiatan berbahasa seperti pidato dan menulis, tentunya menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai kaidahnya. Selektif dalam pergaulan juga salah satu kunci yang penting, terutama pergaulan di media sosial.

Dengan begitu, bahasa Indonesia akan semakin berkambang karena rakyatnya sendiri dapat mencintainya dari awal. Di samping itu, menggunakan bahasa Indonesia lebih terkesan sopan dan santun dibandingkan bahasa alay yang beberapa di antaranya melecehkan. Kita pun dapat menghargai jasa para pahlawan dengan menggunakan bahasa asli negara kita !

Saran saya, kita harus bersama-sama saling mendukung perkembangan bahasa Indonesia dan menepis efek negative globalisasi. Boleh saja mengikuti arus modern, asalkan kita dapat tetap berpegang teguh pada identitas sejati bangsa kita sendiri.

Sekian pendapat yang bisa saya sampaikan. Terima kasih bagi yang sudah membaca.
MERDEKA BANGSAKU ! YOOM…TAH ! (J.Alvin)

Monday, February 24, 2014

Pulang dari Pengungsian, Warga Malang Temukan Rumah Rusak Berat



Liputan6.com, Malang : Warga Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur berharap perbaikan rumah yang rusak akibat terdampak letusan Gunung Kelud cepat selesai. Sebab, warga yang memutuskan untuk pulang ke rumah justru kebingungan melihat kondisi rumahnya.

"Kami berharap perbaikan rumah bisa dipercepat agar aktivitas masyarakat bisa kembali seperti semula," kata Suyanto (48), warga Dusun Sambirejo Kutut, Desa Pandansari saat ditemui di rumahnya, Malang, Jawa Timur, Senin (24/2/2014).

Selama ini, Suyanto mengungsi di Tapak Liman, Kota Batu, saat Gunung Kelud Meletus. Setelah status gunung diturunkan dari Awas menjadi Siaga, Suyanto pulang ke rumah pada Jumat 21 Februari. Saat itu petugas di posko pengungsian Tapak Liman meminta pengungsi untuk pulang ke rumah.

"Alasan petugas di pengungsian karena status gunung sudah diturunkan dan aman. Memang sudah aman, tapi kondisi rumah rusak parah," ucap Suyanto.

Guna menutupi atap rumah yang hancur, Suyanto membeli sendiri terpal ukuran 6x8 meter seharga Rp 150 ribu lantaran bantuan terpal untuknya tak kunjung datang. Suyanto membutuhkan minimal 4 lembar terpal untuk menutup seluruh bagian atap rumahnya.

Jika malam menjelang, Suyanto pun kebingungan dan harus berpindah-pindah dari satu rumah tetangga ke rumah tetangga lainnya karena atap rumahnya belum sepenuhnya tertutup terpal. Kondisi di dalam rumah juga masih hancur.

"Alat dapur juga tak ada, listrik masih mati, kalau malam harus pindah-pindah ke rumah tenagga. Kami merasa terlalu cepat dikembalikan ke rumah," ucapnya.

Hal senada dikatakan Ponaji (48), warga Dusun Sambirejo Kutut, Desa Pandansari. Awalnya ia dan keluarganya berharap tak terlalu cepat dipulangkan ke rumah sembari menunggu perbaikan rumah selesai.

"Bayangan saya saat pulang ke rumah semua bantuan untuk perbaikan rumah sudah siap. Ternyata belum seluruhnya ada, saya baru dapat 1 lembar terpal," ucap Ponaji.

Ia mengakui untuk kebutuhan makanan dan air tak ada kekurangan. Namun bantuan untuk perbaikan rumah yang datang bertahap menghambat perbaikan untuk bisa dilakukan secepatnya.


 news.liputan6.com/read/835565/pulang-dari-pengungsian-warga-malang-temukan-rumah-rusak-berat

Pendapat saya :

Letusan Gunung Kelud memiliki dampak yang besar, bahkan hampir mencakup seluruh Pulau Jawa. Fenomena ini sangat nampak dampaknya terhadap aktivitas warga, apalagi warga sekitar Gunung Kelud. Mengungsi adalah salah satu cara yang paling aman untuk menghindari segala kemungkinan terburuk. Tempat pengungsian juga sebagai tempat tinggal sementara bagi para korban karena tidak sedikit rumah-rumah warga yang hancur akibat letusan Gunung Kelud.

Saat ini status Gunung Kelud sudah aman namun harus tetap siaga. Di samping itu, warga belum bisa beraktivitas seperti sedia kala karena tempat tinggal saja masih belum layak untuk ditempati. Tentunya ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan bantuan atau pun mengelola bantuan yang sudah diberikan agar bisa segera membantu warga dalam masa pemulihan ini. Seharusnya, ada tenaga-tenaga bantuan yang dikerahkan untuk segera membenahi pemukiman sekita Kelud dan sebaiknya warga jangan dipulangkan dahulu sebelum keadaan memungkinkan, terutama ibu-ibu dan anak-anak kecil.

Begitu pula dengan masyarakat, jangan hanya mengandalkan pemerintah. Minimal ada warga yang meninjau keadaan lokasi dan setelah itu segera berunding untuk melakukan pembenahan. Ada baiknya jika ada kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat, sehingga keadaan sekitar Gunung Kelud bisa segera dibenahi dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. (eh..)

Tuesday, January 14, 2014

Liputan13 : Edisi Wisata Refreshing Gombong City

Salam Uhlala, para readers  di mana pun kalian berada !
Udah bentaran agak lama gak nulis sebuah postingan yang berbobot di blog ini.
Nah, kali ini kalian bisa baca sesuatu yang menarik lagi di Blogspiration! : Edisi Liputan 13 Uhlala... Ngoehehehe....! :D :D :D

Yang bakal diliput di edisi pertama liputan Uhlala ini adalah sebuah objek wisata refreshing di kota Gombong. Kota Gombong adalah kota yang penuh keajaiban, mungkin banyak yang kurang tahu menahu soal kota ini (sebenernya kecamatan, sih) maka dari itu saya akan menunjukannya :

Gombong ini memang kecamatan yang tidak besar-besar amat lah, bahkan beberapa orang sering salah kaprah kalau Gombong itu desa. Ha? Yang jelas warga kota Gombong bisa dibilang sudah menjadi masyarakat modern, jadi jangan bayangkan saking primitifnya kami membuat laptop dari tumpukan sampah dan ngemil flashdisk setiap harinya. Tidak, itu tidak benar!


Gombong adalah tempat yang menyenangkan. Jika kita bergerak sedikit ke arah barat, hampir di luar Gombong (hampir lho!) dan menelusuri jalan ke selatan kita bisa lihat di peta ada tulisan 'Ayah'. Ayah ini bukanlah ayahmu, ayahku, ayahnya Si Somad tetangga sebelah, atau ayah kita semua. Bukan! Ayah adalah sebuah nama objek wisata yang sangat sering dikunjungi bila orang-orang berkunjung ke Gombong.

Pantai Ayah juga biasa disebut Pantai Logending, tapi tidak disebut Father Beach karena Ayah di sini bukanlah suami ibu kita. Objek wisata Pantai Ayah sangat digemari oleh wisatawan-wisatawan termasuk juga saya! 

Mengapa Pantai Ayah sangat digemari? 
Berikut adalah 2 alasan utamanya yang buat kamu harus mampir ke Pantai Ayah:

  1.  Sarana refreshing
    Coba deh lihat gambar ini.
    Bisa jadi kalian mengira bahwa gambar ini diambil dari Google kan? Kenyataannya gambar ini dijepret pakai kamera handphone. Kalo lihat gambar di atas apa yang kalian pikirkan? Yup, rasanya seger banget, berasa pengin langsung nyemplung di pantainya.

    Lihat sunset di sore hari juga bisa bikin hati dan jiwa tenang, apalagi bareng keluarga atau teman-teman. Recomended banget buat yang suntuk dan galau supaya bisa kembali ceria. Hahaha....

    Narsis pun tidak dilarang !

  2. Rumah Makan Bu Nanang

    Objek wisata ini tidak hanya menyuguhkan keindahan panoramanya saja. Di Pantai Ayah juga terdapat beberapa rumah makan, dan yang paling populer dan sering saya kunjungi adalah Rumah Makan Bu Nanang. Rumah makan ini tentunya menghidangkan masakan yang khas suasana pantai, seafood ! Berbagai masakan ikan, udang, kepiting, dan masih banyak lagi tersedia di rumah makan ini. Kualitasnya pun bisa dibilang oke punya #ChefJunadanArnoldjugabakalansuka . Cita rasa masakannya bisa bikin kamu seorang diri menghabiskan satu porsi hidangan keluarga beserta air kobokannya. Rumah makan ini terletak strategis di pinggir pantai, jadi suasana memang pas banget. Ngomong-ngomong, kenapa rumah makan ini pake nama Bu Nanang? Karena Pak Nanang sudah terlalu lelah menangkap ikan, makan Bu Nanang yang diminta untuk memasaknya sehingga rumah makan ini dinamakan Rumah Makan Bu Nanang.




Udang Saus Tiram, salah satu menu andalan. Harga masakan di RM Bu Nanang ini terjangkau, sebanding lan dengan cita rasanya yang UHLALA!

Pantai Ayah ini menjadi objek wisata yang banyak diminati. Biaya untuk menghabiskan waktu senggang di tempat ini juga terjangkau selain itu tersedia juga penyewaan perahu bagi yang hendak menjelajah lautan. Juga tempat yang pas buat hunting bagi yang suka foto-foto juga recomended banget! Pokoknya PECAAAAAAAHHH  deh! 

Nah sekarang tunggu apalagi? Yuk ke Gombong!

Saturday, December 7, 2013

Menjadi Planet Zombie Bukanlah Masa Depan Bumi

Kalian semua pasti tau kan game Plants Vs Zombies?
Pasti tau lah, siapa sih yang gak tau game absurd ini, atau mungkin udah pada tamatin game ini?

Sebenernya apa sih maksud dari game keluaran PopCap ini?
Intinya kita cuma disuruh buat ngejaga rumah kita dari serangan zombie yang mengincar untuk memakan otak kita, dengan cara kita tanem banyak tanaman yang bisa nyerang zombie-zombie tersebut. Dan kalo semua zombie-nya pada mati, berarti kita menang. Hore!

Tapi pada intinya bukan Plants Vs Zombies yang bakal dibahas kali ini. Lalu sebenernya apa yang bakal dibahas?

Kali ini aku akan membahas sebuah gerakan: GO GREEN, alias gerakan penghijauan bumi. Lalu apa sangkut pautnya sama Plants Vs Zombies? 
Menurutku, bermain game ini bisa membangun niat kita buat GO GREEN karena pada dasarnya sama: menanam tanaman.
Menurut hasil riset badan statistik main game ini bisa merangsang kecerdasan
Oke, sekarang kita bahas ke topiknya dulu, GO GREEN.

GO GREEN ini adalah gerakan yang sedang ramai dicanangkan. Tujuannya sendiri adalah sebagai tindakan menyelamatkan bumi. GO GREEN itu apa sih?

Sejak isu pemanasan global yang lebih dikenal dengan global warning ramai dibicarakan orang, baik ditingkat internasional maupun lokal, secara drastis kesadaran lingkungan menjadi point penting dalam kehidupan manusia. Tiba-tiba saja gerakan Go Green menjadi begitu popular dan bergerak secara serempak di hampir seluruh penjuru dunia.

Apa yang terjadi pada planet kita saat ini adalah yang mendasari adanya gerakan penghijauan. Seperti kita tahu, global warming bukanlah suatu hal yang baik bagi bumi kita. Suhu di bumi semakin hari semakin meningkat, es di Kutub Utara pada mencair. 

Banyak sekali penyebab terjadinya global warming, terutama karena ulah manusia sendiri. Polusi udara, aktvitas penebangan pohon secara liar, hutan-hutan yang disikat habis dan dijadikan lahan perumahan, aktivitas industri yang kurang bertanggung jawab membuat bumi kita semakin hari semakin hancur. Kawasan hutan-hutan di bumi pun semakin sedikit keberadaannya. Dan dampak lainnya banyak spesies makhluk hidup yang punah, dan percuma saja kita tinggal di planet yang kosong.

Lalu siapa yang bisa menyelamatkan satu-satunya planet yang bisa dihuni makhluk hidup ini? Tentu saja kita sendirilah sebagai umat manusia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata makhluk hidup lain. Walaupun banyak oknum yang tidak bertanggung jawab, namun masih banyak juga orang-orang yang peduli. Kita semua bisa kok ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi kita ini. Perlahan tapi pasti, semua orang pasti bisa menjadi peduli dan sadar akan kebutuhan lingkungan kita saat ini. 

Saat ini, aksi nyata yang bisa kulakukan hanya sedikit, tapi sudah rutin dilakukan. Aksi GO GREEN yang aku lakukan yaitu merawat Rooftop Garden milik keluargaku yang kami buat di atas rumah kami.

Aksi yang kulakukan ini masih terbilang sangat kecil pengaruhnya bagi planet bumi secara keseluruhan, karena hanya sebatas rumahku saja. Tapi pedoman yang kupegang adalah Think Global, Act Local. Kita mulai dari lingkungan pribadi dulu, baru perlahan-lahan mencapai lingkup yang lebih luas. Banyak sekali manfaat yang aku rasakan dari merawat kebun atap rumah ini. Selain bisa menyegarkan mata, keluarga kami juga memanfaatkan untuk budidaya cabe, walaupun hanya untuk kebutuhan sendiri.
Liat cabenya, bukan orangnya
Aku pun juga belajar disiplin untuk selalu nyiramin tanaman-tanamanku ini tiap sore, belajar telaten juga karena merawatnya itu gak asal-asalan. Aksi lain yang kulakukan adalah penghematan, meskipun masih terhambat tapi sudah sebisa mungkin aku lakukan. Penghematan kertas, listrik, air, dan sumber daya lainnya itu perlu, jangan buat diboros-borosin.

Kita gak mau kan bumi ini akhirnya gersang, gak ada air, gak ada pohon, dan gak ada kesegaran serta kenyamanan sehingga anak cucu kita kelak terlahir sebagai zombie yang kurus kering dan mukanya aneh itu? Maka dari itu makna yang kita bisa petik adalah atasi global warming dengan gerakan penghijauan. Bukan sekedar omong doang, tapi harus dengan aksi nyata. Jadi intinya sama kaya game Plants Vs Zombies, kita hijaukan bumi (dengan menanam tanaman) untuk memerangi global warming (yang bisa jadi membuat bumi hancur dan mengubah umat manusia menjadi zombie). Menjadi planet yang hancur dan dihuni oleh zombie bukanlah masa depan bumi. GO GREEN!

Thursday, November 14, 2013

Think Global, Act Local



Pelajaran TIK selalu menyenangkan bagiku. 

Banyak faktor yang menjadi alasan kenapa TIK kujadikan sebagai salah satu pelajaran favoritku. Keren, iya. Kesannya smart and educative. Guru TIK-nya pun sudah kuanggap sebagai salah satu sahabatku di sekolah. Hahahaha.... Dan yang terutama adalah isi dari pelajaran TIK ini sangat menarik bagiku.

Kali ini, materi yang diberikan Bapak Agung adalah analisis sosial dalam kelompok. Jiah, keren banget kan kaya detektif. Aku tergabung dalam kelompok beranggotakan 5 orang. Power Line Group namanya. Kasus yang dianalisa kali ini adalah kasus video asusila remaja yang sedang sering dibahas saat ini. Dan akhirnya pembahasan kasus ini berujung pada kasus seks bebas. 

Kira-kira beginilah akar permasalahan yang kami dapat.





Tentu saja kita semua tahu kalau seks bebas adalah perbuatan yang tidak benar, karena selain melanggar perintah agama juga bisa berakibat pada diri sendiri. Misalnya: mencemarkan nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, menjatuhkan harga diri, menjadi pengalaman buruk yang menghantui diri, dan masa depan suram.

Maka dari itu SAY NO TO FREE SEX !
Hindari seks bebas, dan cara yang ampuh adalah dengan pergaulan yang benar.
Kami pun ingin membagikannya pada lingkungan sekitar kami dan sudah mulai dilakukan dengan terlaksananya penyuluhan "PERGAULAN REMAJA YANG BENAR" di kelas kami.

Semoga dengan langkah kecil ini, kita semua bisa mengubah negara Indonesia menjadi lebih baik karena kitalah yang akan menjadi penerus negeri ini.

Merdeka!
P.S : Berbagi sedikit, presentasi penyuluhan kami bisa di download di sini
Thanks a lot for your attention!

Friday, October 18, 2013

Moving Class = Kelas Bergerak (?)

Mungkin masih ada segelintir orang yang bertanya-tanya 

Apa itu moving class?

Kalau didefiniskan menurut Bahasa Indonesia MOVING CLASS = Kelas bergerak (?!)
Bukan, bukan itu arti sebenarnya... Oke, kita serius sekarang.

Moving class adalah manajemen kelas berbasis mata pelajaran atau sebuah sistem pembelajaran yang bercirikan kelas berkarakter mata pelajaran. 
Maksudnya moving class atau kelas berpindah ini adalah suatu program yang mengharuskan siswa/mahasiswa untuk berpindah-pindah dari kelas ke kelas yang lain saat berganti mata pelajaran. Contoh nya bila kita sedang di ruangan biologi dan sudah berganti ke pelajaran TIK maka kita beranjak pindah ke ruang TIK. Metode ini banyak dipakai di perguruan tinggi. 
Nah, tahun ajaran ini SMP Pius Bakti Utama Gombong mulai menggunakan metode ini.

Mengapa SMP Pius Bakti Utama Gombong menggunakan metode ini?
 
Menurut keterangan dari Bapak Robertus Agung Widiatmoko, S.T selaku guru di SMP Pius, alasan adanya metode ini adalah kebijakan sekolah untuk membuat sebuah tatanan cara belajar mengajar baru yang lebih nyaman.

Moving class dianggap memiliki beberapa keuntungan bagi para guru antara lain :
  • Guru dapat mempersiapkan baik materi maupun alat peraga untuk mapel yang akan diajarkan kepada siswa.
  • Guru tidak perlu repot pindah-pindah kelas sambil membawa buku mapel dan alat peraga. Misal guru akan mengajar menggunakan Power Point ditayangkan lewat LCD, tak perlu susah payah pindah kelas, repot membawa laptop, copot-pasang, menyalakan-mematikan LCD, karena murid yang akan datang ke ruangan sesuai jadwal yang ditentukan.
Juga ada beberapa keuntungan bagi para siswa antara lain:
  • Merasakan suasana kelas yang bervariasi setiap harinya.
  • Bisa pindah tempat duduk setiap pindah kelas, mau di depan, belakang, samping, pinggir nyerempet dikit.
  • (Dan keuntungan lain menurut saya sebagai siswa adalah moving class ini terdengar keren karena seperti di kampus.)
Apakah siswa SMP Pius benar-benar merasa nyaman dengan adanya moving class?

Pada pelaksanaanya. moving class ini malah terkesan 'ruwet'. Menurut saya pribadi para siswa berganti jam pelajaran dan pindah kelas, suasana menjadi gaduh dan sulit diatur. Ada siswa yang malah pergi ke toilet, berbincang-bincang dulu dengan teman kelas lain, ada juga yang mampir makan dulu di kantin sehingga seringkali jam pelajaran menjadi tidak tepat waktu alias MOLOR
Saya merasa lebih nyaman menggunakan metode kelas biasa karena pada moving class ada kalanya siswa salah masuk kelas. Ada juga guru yang melawan arus, sudah ditentukan ruangan khusus mapelnya namun malah menggunakan ruangan lain dan berpindah-pindah sehingga membingungkan siswa. Ada juga penyebab lain yaitu dikarenakan jumlah ruangan yang belum memadai dibandingkan jumlah guru di SMP Pius.

Jadwal piket pun tidak ada dan para siswa tidak lagi mempunyai rasa memiliki kelas. "Kalau ruangannya kotor, dibiarkan saja toh ini bukan kelas saya." Kurang lebih begitu cara berpikir para siswa. Rasa ketidakpemilikan ini juga terbukti dengan coretan yang semakin banyak dan semakin aneh di meja tiap ruangan. Ada berbagai macam coretan dari mulai gambar-gambar kartun, lukisan abstrak, sampai tulisan tidak senonoh yang bisa jadi menyinggung perasaan orang lain.

Bagaimana solusi yang baik untuk SMP Pius Bakti Utama Gombong?

Menurut saya, akan lebih bijak jika pihak sekolah mencoba untuk meninjau paling tidak dalam jangka waktu satu semester ini tentang adanya tanggapan dari pihak guru dan para siswa tentang metode moving class ini. Bagaimana respon mereka? Positif atau negatif kah? Setelah itu, coba untuk merefleksikan apa akibat kalau metode ini terus dilanjutkan dan apa akibat kalau metode ini dihentikan. 
Apakah keadaan di SMP Pius sudah siap dan mendukung pelaksanaan moving class yang baik dan benar? Dengan adanya pemikiran yang matang akan bisa mewujudkan sebuah keputusan bijak demi kepentingan SMP Pius Bakti Utama Gombong dan juga kepentingan kita bersama.


Wednesday, September 25, 2013

Ulangan Harian TIK

PENGGUNA NARKOBA

Data pengguna narkoba di Indonesia
  • 4.000.000 pengguna narkoba di Indonesia
  •  20 %    pengguna remaja pelajar
  •  70%     siswa siswi di 12 kota besar pernah mendapat tawaran narkoba dari temannya
  • 83.000 pelajar SD SMP SMA pengguna narkoba di 12 kota besar

Sumber: Badan Narkotika Nasional (DetikCom, 25-06-06)
http://blogtik-smppigo.blogspot.com/


Pendapat saya:

Dewasa ini, kita sudah melihat banyak sekali kasus penyalahgunaan narkoba. Khususnya di Indonesia, jumlah pengguna narkoba terus meningkat setiap tahunnya. 

Kegunaan narkoba yang sebenarnya adalah untuk keperluan dalam bidang medis. Namun, pada nyatanya narkoba malah disalahgunakan sebagai pemuas nafsu belaka. Padahal menurut Undang-Undang No.35 Tahun 2009, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Ini tentu berakibat negatif bagi penggunanya.

Faktor penyebab timbulnya penyalahgunaan narkoba pada pelajar ini sebagian besar adalah sebagai pelarian dari berbagai masalah. Remaja yang masih terlalu emosional kurang bisa berpikir panjang dan hanya bisa mencari jalan pintas. Saat kondisi yang rentan ini, akhirnya remaja pelajar bertemu narkoba dari pergaulan yang salah. Mereka merasa bebas dan bahagia saat mengonsumsinya, namun pada faktanya narkoba ini adalah musuh dalam selimut, menyebabkan kecanduan dan ketergantungan, lama-kelamaan akan merusak sistem dan syaraf tubuh. Tentu ini adalah hal yang negatif, dan pemerintah pun sudah berusaha mencegahnya dengan membuat aturan undang-undang dan hukuman apabila melanggar.

Solusi yang tepat adalah mencegah. Narkoba beredar luas di masyarakat dan semua orang bisa mendapatkannya. Pergaulan adalah sistem dan cara penyebaran paling efektif. Orang tua yang bijaksana dan suasana keluarga harmonis adalah kunci penting membentuk pribadi seorang anak (khususnya remaja) yang tangguh, waspada terhadap perkembangan jaman dan berhati-hati dalam pergaulan. Pelajaran agama dan bina karakter juga termasuk usaha penting dalam bidang pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang terarah dapat membentuk sebuah pribadi yang aktif dan membangun kepercayaan diri. Karakter remaja yang dibentuk akan menghindarkan dari stress, suasana keluarga menjadi penentu kualitas seorang anak.

Solusi ini diambil karena ada pepatah mengatakan "lebih baik mencegah daripada mengobati". Akan lebih baik menjauhkan seorang anak sejak dini dari jeratan maut narkoba, daripada menghukum seorang pengguna narkoba yang belum tentu kapok. Jika sejak dini sudah diberi pengarahan yang baik, kecil kemungkinan akan menjadi pengguna narkoba. Dengan begitu, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia lama-kelamaan akan terhapus dengan cara yang lebih baik.


Sebagai pelajar, aksi yang bisa saya lakukan adalah terus berusaha mengarahkan diri ke aktivitas yang lebih berguna dan lebih membentuk pribadi saya. Saya pun juga berusaha membantu teman-teman lain yang sedang menghadapi masalah. Bukan berarti ikut campur, namun contoh nyata kita bisa menjadi teman curhat yang baik dan bisa memberikan solusi bijaksana. Yang saya bisa lakukan saat ini hanyalah sebatas lingkungan pribadi saya sendiri. Namun segala sesuatu harus dimulai dari diri kita sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengurus bangsa ini di kemudian hari? Maka, kita bisa menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik mulai dari sekarang.
 
Blogger Templates