Subway Surfers merupakan game yang cukup terkenal di Android, dan sekarang bisa kamu mainkan di PC !
Subway Surfers merupakan game dengan tema endless running, bergenre
casual yang bisa dimainkan siapa saja. Menggunakan latar belakang
berlari di rel kereta untuk menghindari kejaran penjaga sekitar.
Game ini bisa dimainkan di PC dengan cara mengerakkan karakter dengan mouse, ke kiri dan ke kanan untuk pindah jalur, ke atas untuk lompat, dan bawah untuk berguling. Gerakan karaktermu menghindari rintangan sambil mengumpulkan koin.
Screenshot :
Download Subway Surfers via 4shared SEKARANG !
Wednesday, January 1, 2014
Saturday, December 7, 2013
Menjadi Planet Zombie Bukanlah Masa Depan Bumi
Kalian semua pasti tau kan game Plants Vs Zombies?
Pasti tau lah, siapa sih yang gak tau game absurd ini, atau mungkin udah pada tamatin game ini?
Sebenernya apa sih maksud dari game keluaran PopCap ini?
Intinya kita cuma disuruh buat ngejaga rumah kita dari serangan zombie yang mengincar untuk memakan otak kita, dengan cara kita tanem banyak tanaman yang bisa nyerang zombie-zombie tersebut. Dan kalo semua zombie-nya pada mati, berarti kita menang. Hore!
Tapi pada intinya bukan Plants Vs Zombies yang bakal dibahas kali ini. Lalu sebenernya apa yang bakal dibahas?
Kali ini aku akan membahas sebuah gerakan: GO GREEN, alias gerakan penghijauan bumi. Lalu apa sangkut pautnya sama Plants Vs Zombies?
Menurutku, bermain game ini bisa membangun niat kita buat GO GREEN karena pada dasarnya sama: menanam tanaman.
Oke, sekarang kita bahas ke topiknya dulu, GO GREEN.
GO GREEN ini adalah gerakan yang sedang ramai dicanangkan. Tujuannya sendiri adalah sebagai tindakan menyelamatkan bumi. GO GREEN itu apa sih?
Sejak isu pemanasan global yang lebih dikenal dengan global warning ramai dibicarakan orang, baik ditingkat internasional maupun lokal, secara drastis kesadaran lingkungan menjadi point penting dalam kehidupan manusia. Tiba-tiba saja gerakan Go Green menjadi begitu popular dan bergerak secara serempak di hampir seluruh penjuru dunia.
Apa yang terjadi pada planet kita saat ini adalah yang mendasari adanya gerakan penghijauan. Seperti kita tahu, global warming bukanlah suatu hal yang baik bagi bumi kita. Suhu di bumi semakin hari semakin meningkat, es di Kutub Utara pada mencair.
Banyak sekali penyebab terjadinya global warming, terutama karena ulah manusia sendiri. Polusi udara, aktvitas penebangan pohon secara liar, hutan-hutan yang disikat habis dan dijadikan lahan perumahan, aktivitas industri yang kurang bertanggung jawab membuat bumi kita semakin hari semakin hancur. Kawasan hutan-hutan di bumi pun semakin sedikit keberadaannya. Dan dampak lainnya banyak spesies makhluk hidup yang punah, dan percuma saja kita tinggal di planet yang kosong.
Lalu siapa yang bisa menyelamatkan satu-satunya planet yang bisa dihuni makhluk hidup ini? Tentu saja kita sendirilah sebagai umat manusia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata makhluk hidup lain. Walaupun banyak oknum yang tidak bertanggung jawab, namun masih banyak juga orang-orang yang peduli. Kita semua bisa kok ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi kita ini. Perlahan tapi pasti, semua orang pasti bisa menjadi peduli dan sadar akan kebutuhan lingkungan kita saat ini.
Saat ini, aksi nyata yang bisa kulakukan hanya sedikit, tapi sudah rutin dilakukan. Aksi GO GREEN yang aku lakukan yaitu merawat Rooftop Garden milik keluargaku yang kami buat di atas rumah kami.
Aksi yang kulakukan ini masih terbilang sangat kecil pengaruhnya bagi planet bumi secara keseluruhan, karena hanya sebatas rumahku saja. Tapi pedoman yang kupegang adalah Think Global, Act Local. Kita mulai dari lingkungan pribadi dulu, baru perlahan-lahan mencapai lingkup yang lebih luas. Banyak sekali manfaat yang aku rasakan dari merawat kebun atap rumah ini. Selain bisa menyegarkan mata, keluarga kami juga memanfaatkan untuk budidaya cabe, walaupun hanya untuk kebutuhan sendiri.
Aku pun juga belajar disiplin untuk selalu nyiramin tanaman-tanamanku ini tiap sore, belajar telaten juga karena merawatnya itu gak asal-asalan. Aksi lain yang kulakukan adalah penghematan, meskipun masih terhambat tapi sudah sebisa mungkin aku lakukan. Penghematan kertas, listrik, air, dan sumber daya lainnya itu perlu, jangan buat diboros-borosin.
Kita gak mau kan bumi ini akhirnya gersang, gak ada air, gak ada pohon, dan gak ada kesegaran serta kenyamanan sehingga anak cucu kita kelak terlahir sebagai zombie yang kurus kering dan mukanya aneh itu? Maka dari itu makna yang kita bisa petik adalah atasi global warming dengan gerakan penghijauan. Bukan sekedar omong doang, tapi harus dengan aksi nyata. Jadi intinya sama kaya game Plants Vs Zombies, kita hijaukan bumi (dengan menanam tanaman) untuk memerangi global warming (yang bisa jadi membuat bumi hancur dan mengubah umat manusia menjadi zombie). Menjadi planet yang hancur dan dihuni oleh zombie bukanlah masa depan bumi. GO GREEN!
Pasti tau lah, siapa sih yang gak tau game absurd ini, atau mungkin udah pada tamatin game ini?
Sebenernya apa sih maksud dari game keluaran PopCap ini?
Intinya kita cuma disuruh buat ngejaga rumah kita dari serangan zombie yang mengincar untuk memakan otak kita, dengan cara kita tanem banyak tanaman yang bisa nyerang zombie-zombie tersebut. Dan kalo semua zombie-nya pada mati, berarti kita menang. Hore!
Tapi pada intinya bukan Plants Vs Zombies yang bakal dibahas kali ini. Lalu sebenernya apa yang bakal dibahas?
Kali ini aku akan membahas sebuah gerakan: GO GREEN, alias gerakan penghijauan bumi. Lalu apa sangkut pautnya sama Plants Vs Zombies?
Menurutku, bermain game ini bisa membangun niat kita buat GO GREEN karena pada dasarnya sama: menanam tanaman.
![]() |
| Menurut hasil riset badan statistik main game ini bisa merangsang kecerdasan |
GO GREEN ini adalah gerakan yang sedang ramai dicanangkan. Tujuannya sendiri adalah sebagai tindakan menyelamatkan bumi. GO GREEN itu apa sih?
Sejak isu pemanasan global yang lebih dikenal dengan global warning ramai dibicarakan orang, baik ditingkat internasional maupun lokal, secara drastis kesadaran lingkungan menjadi point penting dalam kehidupan manusia. Tiba-tiba saja gerakan Go Green menjadi begitu popular dan bergerak secara serempak di hampir seluruh penjuru dunia.
Apa yang terjadi pada planet kita saat ini adalah yang mendasari adanya gerakan penghijauan. Seperti kita tahu, global warming bukanlah suatu hal yang baik bagi bumi kita. Suhu di bumi semakin hari semakin meningkat, es di Kutub Utara pada mencair.
Banyak sekali penyebab terjadinya global warming, terutama karena ulah manusia sendiri. Polusi udara, aktvitas penebangan pohon secara liar, hutan-hutan yang disikat habis dan dijadikan lahan perumahan, aktivitas industri yang kurang bertanggung jawab membuat bumi kita semakin hari semakin hancur. Kawasan hutan-hutan di bumi pun semakin sedikit keberadaannya. Dan dampak lainnya banyak spesies makhluk hidup yang punah, dan percuma saja kita tinggal di planet yang kosong.
Lalu siapa yang bisa menyelamatkan satu-satunya planet yang bisa dihuni makhluk hidup ini? Tentu saja kita sendirilah sebagai umat manusia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata makhluk hidup lain. Walaupun banyak oknum yang tidak bertanggung jawab, namun masih banyak juga orang-orang yang peduli. Kita semua bisa kok ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan bumi kita ini. Perlahan tapi pasti, semua orang pasti bisa menjadi peduli dan sadar akan kebutuhan lingkungan kita saat ini.
Saat ini, aksi nyata yang bisa kulakukan hanya sedikit, tapi sudah rutin dilakukan. Aksi GO GREEN yang aku lakukan yaitu merawat Rooftop Garden milik keluargaku yang kami buat di atas rumah kami.
Aksi yang kulakukan ini masih terbilang sangat kecil pengaruhnya bagi planet bumi secara keseluruhan, karena hanya sebatas rumahku saja. Tapi pedoman yang kupegang adalah Think Global, Act Local. Kita mulai dari lingkungan pribadi dulu, baru perlahan-lahan mencapai lingkup yang lebih luas. Banyak sekali manfaat yang aku rasakan dari merawat kebun atap rumah ini. Selain bisa menyegarkan mata, keluarga kami juga memanfaatkan untuk budidaya cabe, walaupun hanya untuk kebutuhan sendiri.
![]() |
| Liat cabenya, bukan orangnya |
Kita gak mau kan bumi ini akhirnya gersang, gak ada air, gak ada pohon, dan gak ada kesegaran serta kenyamanan sehingga anak cucu kita kelak terlahir sebagai zombie yang kurus kering dan mukanya aneh itu? Maka dari itu makna yang kita bisa petik adalah atasi global warming dengan gerakan penghijauan. Bukan sekedar omong doang, tapi harus dengan aksi nyata. Jadi intinya sama kaya game Plants Vs Zombies, kita hijaukan bumi (dengan menanam tanaman) untuk memerangi global warming (yang bisa jadi membuat bumi hancur dan mengubah umat manusia menjadi zombie). Menjadi planet yang hancur dan dihuni oleh zombie bukanlah masa depan bumi. GO GREEN!
Labels:
CRAZY Diary!,
My Opinion,
Tasks,
World Wide
Saturday, November 16, 2013
Bacaan Super Absurd
Seringkali kita mengalamai perubahan. Bahkan setiap orang pasti pernah mengalaminya.
Perubahan yang mengharuskan kita berpindah. Perpindahan biasa dipahami dengan pindah tempat. Misalkan aku pindah rumah ke kolong jembatan. Amit-amit, jangan sampe. Perpindahan juga bisa nyangkut ke soal perasaan. Pindah hati contohnya alias MOVE ON. Foto mesra sepasang kekasih bisa pindah dari pigura ke tempat sampah setelah mereka putus. GALAU. Kalo perpindahan didentikan dengan kepergian, pasti ujung-ujungnya sedih. GALAU LAGI.
Dan pada buku "Manusia Setengah Salmon" karya Raditya Dika yang kubaca ini juga menceritakan pengalaman Raditya Dika soal perpindahan. Judul buku ini diambil dari salah satu judul bab ceritanya, yaitu bab terakhir dari 19 bab dalam buku super absurd ini.
Lalu kenapa judulnya "Manusia Setengah Salmon"?
Seperti yang diceritakan dalam buku ini berdasarkan pengalamannya, Raditya Dika berpesan bahwa manusia harus mencontoh ikan salmon. Nah, lho? Terus kita harus mengahbiskan hidup di sungai Amazon gitu? Enggak juga tuh. Hehehehe...
Tiap tahunnya, ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya cuma buat bertelor. Perjalanan salmon-salmon ini gak gampang, kadang di tengah perjalanan ada yang mati kecapean. Banyak juga yang jadi santapan beruang. Tapi mereka tetap aja pergi, dan nyatanya sampai sekarang spesies mereka masih melakukan migrasi ini. Karena kalo gak migrasi, mereka gak bakal bertelor dan gak bakal punya keturunan.
Sama seperti manusia, kalo kita hanya bisa menolak perubahan dan gak mau atau gak ikhlas berpindah kita gak bakal maju. Cuma berdiam diri di tempat yang sama, gak akan melakukan pencapaian lebih. Cenderung kudet malah. Apa salahnya kalo kita bisa jadi lebih baik di tempat yang baik? Mau gak mau kita harus seperti ikan salmon yang tidak takut pindah, mau berjuang mewujudkan harapan. Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita gak perlu muluk-muluk. Cukup jadi manusia setengah salmon, berani pindah!
Buku ini juga recommended banget bagi yang sense of humor-nya lumayan, bagi jomblo juga wajib baca, banyak juga pengalaman Raditya Dika yang bisa kita petik pesan moralnya. Buku ini juga berisi tentang pengalaman-pengalaman pribadi, tulisan galau, observasi ngawur dan lelucon khas penulis yang juga stand-up comedian ini.
Fresh, spectacular, dan cocok buat have fun !
Perubahan yang mengharuskan kita berpindah. Perpindahan biasa dipahami dengan pindah tempat. Misalkan aku pindah rumah ke kolong jembatan. Amit-amit, jangan sampe. Perpindahan juga bisa nyangkut ke soal perasaan. Pindah hati contohnya alias MOVE ON. Foto mesra sepasang kekasih bisa pindah dari pigura ke tempat sampah setelah mereka putus. GALAU. Kalo perpindahan didentikan dengan kepergian, pasti ujung-ujungnya sedih. GALAU LAGI.
Dan pada buku "Manusia Setengah Salmon" karya Raditya Dika yang kubaca ini juga menceritakan pengalaman Raditya Dika soal perpindahan. Judul buku ini diambil dari salah satu judul bab ceritanya, yaitu bab terakhir dari 19 bab dalam buku super absurd ini.
Lalu kenapa judulnya "Manusia Setengah Salmon"?
Seperti yang diceritakan dalam buku ini berdasarkan pengalamannya, Raditya Dika berpesan bahwa manusia harus mencontoh ikan salmon. Nah, lho? Terus kita harus mengahbiskan hidup di sungai Amazon gitu? Enggak juga tuh. Hehehehe...
Tiap tahunnya, ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya cuma buat bertelor. Perjalanan salmon-salmon ini gak gampang, kadang di tengah perjalanan ada yang mati kecapean. Banyak juga yang jadi santapan beruang. Tapi mereka tetap aja pergi, dan nyatanya sampai sekarang spesies mereka masih melakukan migrasi ini. Karena kalo gak migrasi, mereka gak bakal bertelor dan gak bakal punya keturunan.
Sama seperti manusia, kalo kita hanya bisa menolak perubahan dan gak mau atau gak ikhlas berpindah kita gak bakal maju. Cuma berdiam diri di tempat yang sama, gak akan melakukan pencapaian lebih. Cenderung kudet malah. Apa salahnya kalo kita bisa jadi lebih baik di tempat yang baik? Mau gak mau kita harus seperti ikan salmon yang tidak takut pindah, mau berjuang mewujudkan harapan. Ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kita gak perlu muluk-muluk. Cukup jadi manusia setengah salmon, berani pindah!
Buku ini juga recommended banget bagi yang sense of humor-nya lumayan, bagi jomblo juga wajib baca, banyak juga pengalaman Raditya Dika yang bisa kita petik pesan moralnya. Buku ini juga berisi tentang pengalaman-pengalaman pribadi, tulisan galau, observasi ngawur dan lelucon khas penulis yang juga stand-up comedian ini.
Fresh, spectacular, dan cocok buat have fun !
![]() |
| Manusia Setengah Salmon, pembatasnya juga absurd |
Thursday, November 14, 2013
Think Global, Act Local
Pelajaran TIK selalu menyenangkan bagiku.
Banyak faktor yang menjadi alasan kenapa TIK kujadikan sebagai salah satu pelajaran favoritku. Keren, iya. Kesannya smart and educative. Guru TIK-nya pun sudah kuanggap sebagai salah satu sahabatku di sekolah. Hahahaha.... Dan yang terutama adalah isi dari pelajaran TIK ini sangat menarik bagiku.
Kali ini, materi yang diberikan Bapak Agung adalah analisis sosial dalam kelompok. Jiah, keren banget kan kaya detektif. Aku tergabung dalam kelompok beranggotakan 5 orang. Power Line Group namanya. Kasus yang dianalisa kali ini adalah kasus video asusila remaja yang sedang sering dibahas saat ini. Dan akhirnya pembahasan kasus ini berujung pada kasus seks bebas.
Kira-kira beginilah akar permasalahan yang kami dapat.
Tentu saja kita semua tahu kalau seks bebas adalah perbuatan yang tidak benar, karena selain melanggar perintah agama juga bisa berakibat pada diri sendiri. Misalnya: mencemarkan nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, menjatuhkan harga diri, menjadi pengalaman buruk yang menghantui diri, dan masa depan suram.
Maka dari itu SAY NO TO FREE SEX !
Hindari seks bebas, dan cara yang ampuh adalah dengan pergaulan yang benar.
Kami pun ingin membagikannya pada lingkungan sekitar kami dan sudah mulai dilakukan dengan terlaksananya penyuluhan "PERGAULAN REMAJA YANG BENAR" di kelas kami.
Semoga dengan langkah kecil ini, kita semua bisa mengubah negara Indonesia menjadi lebih baik karena kitalah yang akan menjadi penerus negeri ini.
Merdeka!
P.S : Berbagi sedikit, presentasi penyuluhan kami bisa di download di sini
Thanks a lot for your attention!
Subscribe to:
Posts (Atom)









