Featured Posts

Jonathan Alvin’s official Blogspiration

Welcome to Jonathan Alvin’s official personal blog. Here you can find a lot of awesome things. Feel free to ask and comment ! Have fun !

Find me on another social media

You can also find and follow me on another social media. Just click the social icon in the upper right of this page !

Menjadi planet zombie bukanlah Masa Depan Bumi !

Global warming mengancam bumi! Bumi semakin panas dan gersang, jangan sampai generasi-generasi penerus bumi berikutnya menjadi zombie karena bumi terlalu gersang. Baca langkah awal memulihkan bumi di blog ini.

Pokémon Black 2 and White 2

Download Pokémon Black 2 and White 2 NDS ROM and NDS emulator (DeSMUme) for PC.

[[ COMING SOON ]]

A new download post will be available soon.

Thursday, May 15, 2014

Cara Nginfus Printer yang Baik Tapi Tidak Benar

Oke, kegiatan ini sudah diagendakan. NGINFUS PRINTER.
Jadi, beberapa bulan terakhir ini printer di rumahku dibiarin gitu aja di pojok lantai bagaikan seonggok barang yang nggak berguna. 

Kenapa bisa begitu? 

Ini dikarenakan tintanya udah surut alias abis dan belom sempet diisi ulang. Waktu dulu pernah diajarin ngisi tinta printer pake tinta suntuk, eh suntik sama temen mamaku. Pergilah aku ke toko alat tulis dan kantor paling terkenal di kota Gombong, TOKO MBILAN-MBILAN. 

Begitu masuk toko ini, di depan udah ada pajangan rak isinya tinta printer semua. Langsung deh aku cek tinta printer yang botolan satu warna. Merk A harganya Rp 23.000,- ada suntikannya. Tapi kayanya merk ini bukan merk unggulan, secara printer kesayangan harus pake tinta merk unggulan dong. Selanjutnya beralih ke merk B yang cetakan label merk-nya lebih bagus (yap, kualitas sebuah barang aku tentukan dengan melihat cetakan label merk-nya, sotoy abis!) tapi merk B ini lebih mahal yaitu sekitar Rp 30.000,- belom ada suntikannya. Kalo beli 4 warna item, biru, merah, sama kuning berarti sekitar Rp 120.000,-

Eh, di bagian rak bawah berjejer ada tinta infus yang udah langsung 4 warna, harganya Rp 80.000,-. Wah, yang ini lebih murah dan bagus dibanding merk A dan B, walopun ga da label merk-nya. Tapi masangnya gimana? Whatever, akhirnya aku beli tinta infus ini.

Sampe rumah, langsung searching cara masang tinta infus ke printer di internet. Ketemu! Ada video tutorialnya juga! Aku dan adikku, si Aldi langsung beraksi di meja komputer, ngobrak-ngabrik printer, nyambung-nyambung selang tinta infus, dan mbolongin catridge-nya. Ini pekerjaan mudah, Ha-ha! Apalagi dikerjain dua orang, pasti bakalan cepet.

Setengah jam,
Satu jam berlalu....................

"INI KENAPA RIBET BANGET?!!" aku teriak.
"MANA AKU TAU? KATANYA KAKA TAU?!!! GIMANA SIH?!!" Aldi juga teriak.

KACAU. Ternyata nginfus printer ga semudah yang kukira. Udah gitu tintanya sempet ngucur kemana-mana.

"Tenang, tenang....," aku berusaha menenangkan keadaan.
"Oke, kita mulai dari awal lagi," kataku dengan terpaksa.

Setengah jam kemudian.........

Ta-da! Akhirnya, tersambung sudah semuanya! Hurray...! 
"Ayo, coba dipasang terus coba buat nge-print tugasku...." kata Aldi.
Oke, kita coba buat nge-print tugas. 

CTRL+P

Hasilnya, warnanya masih agak tipis, belom keluar semua. 
"Ini pasti tintanya belom masuk ke catridge-nya," Aldi meng-hipotesa.
Aku tunggingin deh tabung tinta-nya. 
"Coba nge-print warna, Ka...." saran si Aldi.
Oke, kita coba nge-print warna, sambil tabung tintanya ditunggingin.

Setelah hasil cetakan keluar, apa yang terjadi? Banjir, men! Tintanya belepotan kemana-mana, mengalir ke seluruh penjuru meja komputer. Aku langsung menelepon Jokowi untuk mengatasi masalah banjir ini. Tapi Jokowinya gak ada karena lagi sibuk nyapres. Yaudah, aku dan Aldi mbersihin mejanya. 

Kita coba lagi, tabung tintanya jangan ditunggingin. Kali ini ada si Papa, ikut nonton.

CTRL+P 

Printer mulai mencetak. Tiba-tiba .... .... 
"RRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGHHHHHHHH!!!!!!!! RRRRRRRRRGGGGHHHH! RRRGGGHGGGHGHGGHRRH!!!!!" suara printer jadi kaya mesin gen-set

Papa langsung beraksi, "DUAAAAAAKKK!" printer-nya dijotos. Suara gen-set tersebut pun berhenti. Aku masih diem. Aldi udah bersorak kegirangan. 

"RGGGHGGGHGHRRH!!" printer-nya bunyi lagi, sodara-sodara! 
"AYO, PA! PUKUL LAGI, LAGI!!!!" sorak Aldi.
Disemangatin begitu, si Papa langsung beringas. Printer-nya digebukin lagi. Kali ini printer-nya gak mau langsung diem. Hantaman Papa makin ganas, kali ini kaya lagi mukulin preman pasar. Printer-nya tetep gak mau diem! "RRRRRRGGGGGHGHGHGRHGHGHRGHRGHGHH!!!!!!!!!" 

"Cabut listriknya, cabut listriknya, CABUUUUUUUUUUUTTT!!!" teriakku nyuruh Aldi nyabut listriknya. PET! Mati deh. "Ah, payah!" keluh Papa, terus langsung pergi. Kayanya dia masih mau mukulin tuh printer sampe lumat, mungkin. Aldi kecewa. "Yaudah, aku mau ngeprint di luar aja....." Haaaaaaaaah............ Aku menghela napas panjang. Aldi berlalu. Sekarang tinggal aku berhadapan dengan printer bodol yang harus diinfus. Aku buka deh casing-nya. Ternyata suara gen-set tadi itu karena selang infusnya ngebelit waktu catridge-nya lagi nge-print. Aku benerin pelan-pelan dan aku bersihin bagian dalem printer-nya sendirian.

Setelah dicoba lagi, printer udah bisa ngecetak tanpa ngebelit selang infus, walopun warna-nya masih kotor dan belom cemerlang. Tapi paling enggak, setelah dipake beberapa kali lagi, catridge-nya bisa keisi tinta dengan optimal dan bisa nge-print jernih lagi.

Printerku sayang, printerku malang, tapi kau sudah diinfus, semua senang

Monday, April 7, 2014

BAD PIGGIES - Download for PC












Bad Piggies adalah sebuah puzzle video game buatan Rovio Entertainment. Bad Piggies sendiri merupakan spin-off dari Angry Birds. Game ini diluncurkan pada 27 September 2012 untuk Android, iOS, dan Mac yang sekarang juga bisa dimainkan di PC. Bad Piggies pun juga digemari banyak orang bahkan setelah 3 jam peluncuran, game ini sudah di-download oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Tidak seperti game sebelumnya, yaitu Angry Birds, dalam Bad Piggies ini kita diposisikan sebagai The Piggies. Kita diharuskan merancang perkakas dan alat menjadi sebuah kendaraan yang bisa dijalankan di darat dan di udara untuk menemukan potongan peta yang menunjukkan keberadaan telur-telur Angry Birds.




Alat-alat dan perkakas yang digunakan untuk membentuk sebuah kendaraan tersedia dari berbagai macam variasi. Ada kayu, besi, roda, payung, mesin motor, roket, sampai minuman bersoda. Yang membuat Bad Piggies mirip dengan Angry Birds adalah sesudah kita menyelesaikan satu level kita akan mendapatkan result berupa star (up to 3 stars). Syarat untuk mendapatkan highscore maksimal berbeda di tiap levelnya.

Bad Piggies memiliki kesulitan tersendiri yang tidak terdapat di game lain sehingga game ini cocok dimainkan semua kalangan karena seru, menantang, dan fresh. (J.Alvin)

Screenshot :






download via Google Drive.
click File, then Download.

Friday, March 28, 2014

Road to UN : Medan Perang US ?!

Haloooo, readers.... Di mana pun kalian berada, kapan pun kalian baca, dan apa pun yang kalian lakukan waktu lagi baca postingan ini. Mau sambil boker, atau sambil nonton Pacific Rim sama ngemil flashdisk kaya adekku, terserah deh. Chaw-haw-haw-haw.... (ini ketawa lho, serius!) 

Akhir-akhir ini ada yang ngerasain nggak sih bagi yang mau ujian, kita udah semakin deket sama hari bersejarah tersebut? Yep. Sama, aku juga. Senin besok, eh libur, ding.... Selasa besok, 1 April 2014, aku bakal ngadepin Ujian Sekolah yang merupakan suatu medan perang juga dan gak bisa dianggap sepele....


Aduh gimana ya? | Gimana apanya?



Ehmmm..... oke deh, ini yang aku mau sharing-kan....

Oke setelah menyesali kejadian TUC kemaren (baca cerita sebelumnya) dan merenungkan bagaimana cara agar hal ini tidak terulang, uhhhmm.... karena seminggu setelahnya (yaitu minggu lalu) ada Ujian Praktek, jadi gak sempet merenung. Nah lho? 

Okeh, ginih, tentang Ujian Praktek-nya dulu. Semua berjalan lancar dan mulus, semulus paha ayam Combo fried chicken yang diskon 30% di hari Rabu plus dapet soft drink. Sampailah aku pada minggu berikutnya, yaitu minggu ini. Mulai Senin kemaren, ternyata formasi kelas udah diubah berdasarkan nilai TUC, dan aku yang sama sekali belom tau karena hari Sabtu-nya gak masuk hanya bisa memasang tampang dongo ketika temen nanyain lokasi kelas.






Misal gini :

"Eh, kita sekelas akhirnya, Vin?"

"Uhhmmm..... gimana?" (dalam hati : "lho, dia kan gak sekelas sama aku?")

"Oh ya, pelajaran pertama biologi kan? Hmmm, ruang mana ya? Kayanya di lab, deh, yuk!"

"Eh, ayuk.." (dalam hati : "lho, pelajaran pertama bukan matematika?")


Bukan cuma formasi kelas yang diubah, ternyata jadwalnya juga. Tapi beruntunglah, cuma diacak doang, jadi bukunya tetep bawa deh. Pembagian kelas ini berdasarkan nilai TUC ternyata, tujuannya adalah supaya bisa lebih fokus dalam kelas karena nilai dengan kategori sama digabungkan. Guru juga bisa lebih men-transformasi pengajaran yang berbeda-beda untuk setiap kategorinya. Aku masuk ke kategori yang nilai TUC-nya baik, ~amin. Padahal nilainya belom memuaskan karena ngerjainnya sambil termehek-mehek (baca cerita sebelumnya hahaha). Dengan adanya kelas ini, aku berharap bisa memaksimalkan cara belajar biar nilainya juga maksimal.






Di kelas kategoriku ini, tergabung murid-murid dengan nilai yang lumayan, beberapa di antaranya adalah sohib-sohibku juga. It's much better untuk kenyamanan belajar di kelas. Tapi kadang jadi kangen kelas lama, yaitu kelas 9A (sip, baca yang ini juga) karena ada juga temen-temen yang gak ikut masuk ke kelas kategori yang sekarang ini. Juga yang bikin kurang nyaman sebenernya kalo boleh jujur, ada sebagian kecil yang kecil banget anak dari kelas lain yang suka ribut gak jelas di kelas kategori yang baru ini. Tapi aku jga kadang-kadang ribut ga jelas, sih ya. Ah, ya udahlah maklumi aja... Hahahahahahaaaaa.....

Nah, itu aja sih yang pengin aku sharing-kan, oh satu lagi.... 
Di masa-masa mendekati ujian gini kan biasanya ada rasa tegang. Juga, biasanya kita terus belajar terus, takut kalo sampe dapet nilai jelek. Ih amit-amit.... Tapi kenapa ya? Aku masih berasa santai, sampe-sampe bisa nulis postingan di blog gini. Nah lho? Padahal justru rasa tegang dan nervous  itu yang bikin seru dan juga rasanya bebas dari perasaan tegang itu setelah ujian dijalani....


Ugh, gimana ya biar jadi ada sensasi spesial saat belajar?
Ah, udah lah jangan kebanyakan mikir, jalani aja.... ~Hahaha


Moral :
Nah, ini pesan terakhir dariku sebelum berangkat ke medan perang Ujian sekolah.
Kelas manapun itu gak masalah, asalkan kita ada niat dan kemauan belajar. Mau pintar? Mau dapet nilai bagus? Mau jadi kebanggan gur, teman, dan ortu? AYO BELAJAR! Harus semangat! Tidak ada lain kesempatan, jangan sia-siakan! Jalani aja, jangan mengeluh! Sip? Okeh, selamat menghadapi ujian-ujian berikutnya.... Tetep jaga stamina biar sehat dan fit juga, yak! Wish me luck.... YOOM.....TAH! 

Thursday, March 20, 2014

TODAY NEWS

Bahasa Alay Bentuk Pemberontakan Anak Muda
Komnas Anak, Seto Mulyadi (batik) (Foto: Okezone)




















JAKARTA - Kalangan anak muda memang terbilang paling banyak yang mengaktualisasikan bahasa alay dalam pergaulan sehari-hari. Menurut Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi (Kak Seto), penyebab maraknya penggunaan bahasa alaymerupakan bentuk pemberontakan anak muda.

"Remaja itu perlu diperhatikan, kreatifitas remaja ini dipasung, harus lurus, nurut sama orang tua tetapi tidak dihargai kreatifitasnya jadi mereka melawan orang tua dengan membuat bahasa sendiri," katanya kepada Okezone, Rabu (19/3/2014).

Salah satu cara untuk mengikis bahasa alay, sambung Kak Seto, sapaan akrabnya adalah dengan mengkampanyekan berbagai kegiatan menulis, dan berpidato, yang tentunya dalam muatan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sekedar diketahui belakangan ini, kita sering disuguhkan dengan istilah-istilah baru dan aneh dalam berkomunikasi. Ironisnya, istilah yang memelesetkan kata dari Bahasa Indonesia ini seakan menjadi kebiasaan atau gaya hidup sekelompok anak muda yang biasa disebut alay.

Misal saja, sering kita mendengar kata lambat diubah menjadi lambreta, barangkali menjadi keles, banget menjadi bingit, memang menjadi emberan, remaja wanita gaul menjadi cabe-cabean, santai menjadi woles dan lain sebagainya. Semua itu kini menjadi istilah baru dalam percakapan anak muda. Celakannya, istilah ini juga sudah menjadi bahasa tulisan di jejaring sosial yang dianggap sudah lumrah.




Opini saya :

ALAY. Atau 4L4y (iya itu lebih lebay lagi….) semakin berkembang di negara kita ini. Apa sih sebenarnya yang dimaksud alay? Alay yang merupakan singkatan dari anak layangan, anak lebay merupakan sebutan yang diberikan kepada mereka, kaum makhluk yang berlebihan atau tidak seperti manusia pada umumnya.

Contoh :
Begini disebut alay, menghadapi sesuatu secara berlebihan

Pada era ini, alay sudah menjadi gaya hidup. Yang lebih dikenal lagi yaitu bahasa alay yang merupakan bahasa dari makhluk-makhluk tersebut. Perkembangan bahasa alay ini sangat tampak pada media sosial, di mana sekarang banyak tersedia berbagai jenis media sosial seperti facebook, twitter, instagram, linked-in, pinterest, dan lain-lain. Bahasa alay di Indonesia sendiri merupakan pelesetan dari bahasa Indonesia yang dimodifikasi menjadi lebih unik dan aneh. Pengucapan dan penulisannya juga dibuat berlebihan seperti :


Bisa baca? Kalo tidak berarti kamu masih normal.....

Perkembangan bahasa alay ini tentunya snagat menggangu dan menyebalkan. Tapi bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai gaya hidup yang modern dan kalau tidak menggunakan bahasa alay berarti ‘lo kurang gaul men!’ . Namun, tahukah kamu kalau bahasa alay di Indonesia perlahan-perlahan mengikis bahasa Indonesia yang baik dan benar? Dengan pengucapan dan penulisan yang diubah-ubah, kelak akan menjadi kebiasaan dan perlahan kita pun bisa jadi tidak paham dengan kaidah yang benar tentang bahasa Indonesia. Kelak kita jadi tidak bisa mengajari anak cucu kita, sehingga semua keturunan yang merupakan generasi penerus masa depan tidak mengenal bahasa bangsanya sendiri secara benar. Menyeramkan bukan?

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah invasi bahasa alay?

Pendidikan bahasa Indonesia menjadi kunci utamanya. Baik di sekolah maupun di rumah, kita bisa mulai membiasakan berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan pendidikan bahasa Indonesia bisa dibuat semenarik mungkin dan sekreatif mungkin sehingga membuat anak tertarik sejak dini untuk mempelajari dan menggunakannya. Saya setuju dengan pendapat Kak Seto Mulyadi yang mengkampanyekan kegiatan berbahasa seperti pidato dan menulis, tentunya menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai kaidahnya. Selektif dalam pergaulan juga salah satu kunci yang penting, terutama pergaulan di media sosial.

Dengan begitu, bahasa Indonesia akan semakin berkambang karena rakyatnya sendiri dapat mencintainya dari awal. Di samping itu, menggunakan bahasa Indonesia lebih terkesan sopan dan santun dibandingkan bahasa alay yang beberapa di antaranya melecehkan. Kita pun dapat menghargai jasa para pahlawan dengan menggunakan bahasa asli negara kita !

Saran saya, kita harus bersama-sama saling mendukung perkembangan bahasa Indonesia dan menepis efek negative globalisasi. Boleh saja mengikuti arus modern, asalkan kita dapat tetap berpegang teguh pada identitas sejati bangsa kita sendiri.

Sekian pendapat yang bisa saya sampaikan. Terima kasih bagi yang sudah membaca.
MERDEKA BANGSAKU ! YOOM…TAH ! (J.Alvin)

 
Blogger Templates